Minggu, 08 September 2013

Bukti kiyamat

AJARAN HARI KIAMAT
Rate This
Bab 12
AJARAN HARI KIAMAT (QIYAMAT)
MACAM-MACAM KEJADIAANNYA,
MEMBUKTIKAN.
Sebelum menceritakan tentang
kiamat, diterangkan rahasianya, dan
waktu terjadinya kiamat, dijawab
terlebih dahulu. Kiamat itu tiap-tiap
hari, tiap-tiap jam, tiap menit, tiap
detik, bisa saja bersamaan, tetapi
tidak rusak dan tidak hancur, semakin
lahir dan selamat.
Menerangkan tentang Kiamat
membutuhkan pikiran yang jernih dan
bijaksana, harus dipikir dahulu, cocok
atau tidaknya dengan kenyataan, yang
diatas sudah diterangkan bahwa kitab-
kitab suci Al-Qur’an Nul Qarim, Bybel,
Injil dan lain-lain, semua bukan untuk
orang mati (yang sduah dikubur) tetapi
untuk orang hidup, lalu jalan
membuktikan kata-kata akhirat,
Kiamat, mati, Luhilmahfudz, padang
Maqhsar, itu harus jumpa (terdapat)
dibawah ini.
Umumnya kata Kiamat itu hancur
dunia seisinya, karena hancur lebur
satu hari bersamaan, Kiamat asal dari
kata Qiyaman, menjadi Qiyamah;
bangun seketika, contoh Yaumil
Qiyamah menjadi Yaumil Qiyamat.
Yaumil Qiyamat; berdiri sendiri.
Cerita tentang hari Kiamat sebenarnya
hari para Roh-roh yang dibangkitkan
dari kubur, lalu diperintahkan ke
Padang Maqhsar (lapangan yang
sangat panas). Di Hadist Bukhari
ayat : 42 Bab : 9; Nabi Muhammad
tidak pernah mengatakan Kiamat itu
rusak, kata bahasa Arab jelas sekali
mengatakan tidak rusak, tetapi bangkit
(berdiri sendiri).
Umpama sifat 20 diteliti, Kiamat itu
sifatnya Allah (Qiyamuh Binafsihi);
berdiri sendiri, jadi bukan rusak atau
hancur, dan kitab-kitab Bybel, Al-
Qur’an dan kitab suci lain-lainnya
tidak pernah mengatakan dunia itu
hancur, semua itu tetap baik-baik saja
atau lestari. Apa sebab masyarakat
umum mengatakan Kiamat itu
hancurnya dunia?. Katanya diwaktu
hidup mengerjakan shalat lima waktu
mempunyai tanda dikeningnya
langsung masuk Surga, berkumpul
dengan leluhurnya. Dan jahat (Kafir,
kufur) disiksa, benar di Qur’an
menerangkan; Kiamat bersamaan
dengan huru hara yang mengerikan,
tetapi sampai sekarang walaupun
berjuta-juta tahun tidak terbukti.
Qur’an mengatakan Kiamat itu
datangnya tiba-tiba (tersentak), dan
yang melihat Allah sendiri. Apa para
hamba-Nya bisa mengetahui (melihat),
itu pertanyaan yang sehat
berdasarkan pikiran yang jernih,
mencari yang sangat sulit tentang
Kiamat harus berlandaskan kita suci
Al-Qur’an Nul Qarim, Bybel dan
Hadist yang Shahih. Dibawah ada
contoh bersangkutan tentang Kiamat;
1. Si A umurnya lebih dari 50 tahun
bercerita dengan Si B; nanti dunia
akan Kiamat, hancur dengan isi-
isinya, datang seketika, tentang ini
tidak ada yang mengetahui, hanya
Allah sendiri.
2. Si B percaya dan yakin dengan
kata-kata Si A tadi, umur si A
mencapai 100 tahun mati, jadi tidak
mengalami dunia hancur.
3. Si B masih hidup, tetap mengoreksi
datangnya Kiamat tadi, tentang Si A. Si
B lagi-lagi cerita tentang Kiamat
kepada anak-anaknya si C, lalu
menceritakan dengan anaknya lagi.
Jadi itu semua cerita bohong
(Tahayul). Cerita Kiamat sehingga
turun temurun, hingga sekarang, dunia
tetap segar bugar, jadi Kiamat hancur
itu semua tidak terbukti.
Menjawab keterangan Kiamat rusak,
diantara dua itu tidak ada, lalu
sebaliknya, Kiamat itu berdiri, kalau
rusak akan tetap hancur, ada
pertanyaan; apa dunia itu tidak
rusak?, jawabnya; kekuasaan Allah itu
bukan untuk merusak dunia, kalau
hanya merusak dunia itu mudah, lebih
mudah dari memijit buah ranti, karena
Allah itu yang Maha Kuasa, yang
diciptakan itu semua milik-Nya.
Dibawah ini ada ayat-ayat suci yang
berhubungan dengan Kiamat;
Qur’an surat Az-Zukhruf : 66 ;
”Mereka tidak menunggu kecuali
kedatangan hari kiamat kepada
mereka dengan tiba-tiba sedang
mereka tidak menyadarinya.”
Qur’an surat Al-Baqarah : 28 ;
“Mengapa kamu kafir kepada Allah,
padahal kamu tadinya mati, lalu Allah
menghidupkan kamu, kemudian kamu
dimatikan dan dihidupkan-Nya
kembali, kemudian kepada-Nya-lah
kamu dikembalikan”
Qur’an surat Luqman : 28 ;
“Tidaklah Allah menciptakan dan
membangkitkan kamu (dari dalam
kubur) itu melainkan hanyalah seperti
(menciptakan dan membangkitkan)
satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah
Maha Mendengar lagi Maha Melihat”
Qur’an surat Yaasiin : 33 ;
“Dan suatu tanda (kekuasaan Allah
yang besar) bagi mereka adalah bumi
yang mati. Kami hidupkan bumi itu
dan Kami keluarkan dari padanya biji-
bijian, maka daripadanya mereka
makan.”
Ayat no.4 tersebut diatas tidak
terdapat kata-kata rusak, apalagi
rusaknya dunia; sebenarnya isi Al-
Qur’an penuh dengan teka teki yang
sangat unik, yang harus dibuka jikalau
mengambil arti yang sebenarnya.
Dalam Qur’an surat Al-Israa : 89 ;
“Dan sesungguhnya Kami telah
mengulang-ulang kepada manusia
dalam Al Quran ini tiap-tiap macam
perumpamaan, tapi kebanyakan
manusia tidak menyukai kecuali
mengingkari (nya)”
Arti ayat-ayat yang diatas, ayat No.1
diterangkan; datangnya Kiamat tiba-
tiba (tersentak), dan manusia tidak
sadar (tidak merasakan), umpama
Kiamat itu rusak pasti manusia bisa
merasakan karena semua
menyaksikan. Mengetahui itu berarti
manusia merasakan (ingat). Dan ayat
No.2 menerangkan; bahwa manusia
dibangunkan (di Kiamatkan) dengan
Allah atau dihidupkan. Sesudah
menjalani hidup didunia, lalau di
matikan kembali, seperti dilahirkan
(menjelam). Ayat No.3 membuktikan
yang sangat jelas; Allah
membangkitkan dari kubur
(menghidupkan lagi) ke dunia
memakai jasmani, dilahirkan menjadi
bayi dari rahim manusia. ayat No.4
menerangkan tentang Kiamat; Allah
memberi peringatan, Kiamat itu
seperti benih (biji-bijian) yang tumbuh
sendiri ditanah; artinya benih itu
tumbuh menjadi buah, buah ditanam
menjadi benih, itu terus menerus,
anak beranak. Sulitnya tentang
tumbuh, yang pasti melalui proses,
keluar dari dalam buah (Qiyamuh
Binafsihi), jelasnya Kiamat.
Sebelum keterangan-keterangan yang
menerangkan Kiamat itu seperti apa?.
Lihat dulu ayat-ayat suci Al-Qur’an
surat Al-Hajj : 7;
“dan sesungguhnya hari kiamat itu
pastilah datang, tak ada keraguan
padanya; dan bahwasanya Allah
membangkitkan semua orang di dalam
kubur”
Qur’an surat Al-Ahzab : 63 ;
“Manusia bertanya kepadamu tentang
hari berbangkit. Katakanlah:
“Sesungguhnya pengetahuan tentang
hari berbangkit itu hanya di sisi
Allah.” Dan tahukah kamu (hai
Muhammad), boleh jadi hari
berbangkit itu sudah dekat waktunya”
Qur’an surat Al-Kahfi : 48 ;
“Dan mereka akan dibawa ke hadapan
Tuhanmu dengan berbaris.
Sesungguhnya kamu datang kepada
Kami, sebagaimana Kami menciptakan
kamu pada kali yang pertama; bahkan
kamu mengatakan bahwa Kami
sekali-kali tidak akan menetapkan
bagi kamu waktu (memenuhi)
perjanjian”
Qur’an surat Yunus : 44 ;
“Sesungguhnya Allah tidak berbuat
zalim (menganiaya) kepada manusia
sedikitpun, akan tetapi manusia itulah
yang berbuat zalim (menyiksa) kepada
diri mereka sendiri”
Qur’an surat An-Naazi’aat : 25 ;
“Maka Allah mengazab (menyiksa)nya
dengan azab (siksa) di akhirat dan
azab (siksa) di dunia.
Qur’an surat Ali-Imran : 108 ;
“Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan
ayat-ayat itu kepadamu dengan benar;
dan tiadalah Allah berkehendak untuk
menganiaya (menyiksa) hamba-
hamba-Nya”
Qur’an surat An-Nissaa : 132 – 133 ;
132. “Dan kepunyaan Allah-lah apa
yang di langit dan apa yang di bumi.
Cukuplah Allah sebagai Pemelihara”
133. “Jika Allah menghendaki, niscaya
Dia musnahkan kamu wahai manusia,
dan Dia datangkan umat yang lain
(sebagai penggantimu). Dan adalah
Allah Maha Kuasa berbuat demikian”
Rahasia ayat-ayat suci diatas
diterangkan dibawah; Kiamat itu
sebenarnya terjadi setiap hari, setiap
jam, setiap menit dan setiap detik,
sewaktu-waktu bersamaan.
Keterangannya; lahir bayi kedunia
bersamaan harinya walaupun
tempatnya dimana-mana, di Indonesia
ataupun di luar negeri dan lain-lain.
Menurut orang, Qur’an surat Yunus :
44, tersebut diatas; hancurnya bumi
(dunia) ternyata omong kosong,
umpama dunia hancur, Allah menyia-
nyiakan ciptaannya. Allah tidak
pernah menyia-nyiakan umatnya,
tetapi manusia saling siksa menyiksa,
Bom mengebom (hancur
menghancurkan). Dan Qur’an surat
An-Naazi’aat : 25, diatas tujuannya;
lahir gantinya mati, hilang itu tidak
melihat barangnya, tetapi barangnya
tetap ada, kalau lahir terus menerus
didunia pasti padat isi manusia dan
hewan, kalau banyak yang mati lama-
lama dunia kosong, sebenarnya dunia
sudah diukur, tetap tidak bertambah
dan berkurang, umpama air menurut
ukuran para ahli 280 miliar ton x 1
kubik (1000 liter), ukuran tadi setiap
hari berkurang dilaut, menjadi uap
terbang keatas menjadi air, air jatuh
kebawah, begitu selamanya, hanya
pindah tempat.
Didunia sedari zaman dahulu sampai
sekarang tempat kematian, bala,
pembunuhan, perang, tetap dimana-
mana. Bayi tetap lahir (Kiamat), jadi
jumlah manusia semakin padat, tetapi
lain waktu banyak yang mati akibat
perang atau Tsunami (gelombang air
laut naik kedarat). Qur’an surat Ali-
Imran : 108 diatas mengatakan; Allah
itu tidak akan menyia-nyiakan
umatnya, tetapi menjaganya. Qur’an
surat An-Nisaa : 132 – 133 diatas
menyatakan; sudah cukup Allah
menjaganya, jika Allah menghendaki
kamu semua dimusnahkan, diganti
dengan umat yang lain.
Kalau ada orang mengatakan besok
dunia hancur, itu sebenarnya tidak
dikehendaki Allah, umpama
dikehendaki sekejab mata pasti
musnah, itu namanya sia-sia, oleh
karena Allah itu Maha Pengasih dan
Penyayang (Rahman Rahim).
Membahas tentang Kiamat itu rusak.
Karena Dat itu meliputi seluruh yang
ada (Q.s Hamim As-Sajdah : 54), lalu
Hakikat Aku dan Kamu satu (At’tauhid),
sama-sama memiliki Dat (Dat, Sifat,
Asma, Afhngal), itu satu. Karena
meliputi semua ciptaannya, kalau
Kiamat itu hancur lalu kemana
perginya Dat (Allah) yang mempunyai
sifat 20. yang menjaga alam lalu
sembunyi dimana?, sangat
membingungkan. Sebenarnya
Hakikatnya Dat melestarikan
ciptaannya. Kalau Kiamat itu rusak
tidak akan terjadi, karena Allah tetap
adanya, Dat itu melestarikan umatnya
dan alam raya ini. Itu Allah
mengatakan di Al-Qur’an surat Al-
Jaatsiyah : 3 ;
“Sesungguhnya pada langit dan bumi
benar-benar terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) untuk orang-orang
yang beriman”.
Jadi Allah menciptakan langit dan
bumi dan alam raya tetap tidak
diganggu, tetap dijaga, dilestarikan,
tidak akan dirusak, karena itu menjadi
saksi bahwa Allah itu ada.
Seketika ada orang bertanya agak
maju sedikit, apa pekerjaan Allah
sesudah menciptakan alam raya dan
seisinya?. Pertanyaan itu
membuktikan bahwa Kiamat hancur itu
tidak ada, Allah Maha Mengetahui
(wikan-jawa).
Jadi jelas di Qur’an surat Yaasiin :
82 ;
“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila
Dia menghendaki sesuatu hanyalah
berkata kepadanya: “Jadilah!” maka
terjadilah (Qun Fayaqun)”
Pelajaran (buku) Ronggo Warsito
mengatakan; Qun artinya perkataan
Allah, berkata sekali untuk selamanya
(abadi), pelajaran Kitab sifat 20 yaitu
nama yang benar. Fayaqun artinya
terjadi Jagad raya seisinya untuk
selamanya.
Qur’an surat Yaasiin : 82 diatas
artinya menguasai segalanya yang
ada, semua tidak ada yang
terlewatkan dengan kata Allah (Qun
Fayaqun). Umpama matinya manusia
karena kehendak Allah, jadi pasti
sama dengan bayi lahir dari
kandungan ibu. Jadi yang menjadi
imbalan mati karena Kodrat. Karena
yang dibicarakan tentang hidup, jadi
kalau ada bayi lahir selamat, itu tanda
bahwa bayi lahir tadi mendapat Sabda
Allah, karena Qun Fayaqun; terjadi,
terjadi hiduplah kamu, seketika bayi
itu lahir dan hidup, lalu timbul
pertanyaan yang berhubungan dengan
pelajaran Ronggo Warsito (buku
Hidayat Jati); apa sebabnya Allah itu
mengatakan Qun Fayaqun terus
menerus?, menurut Ronggo Warsito
yaitu :
Perkataan Qun = Dat Suci;
Dat Suci = Nama suci (tidak pernah
berubah);
Fayaqun = Terjadi alam raya seisinya
seketika selamanya.
Nama suci artinya Allah itu ada,
adanya Allah memiliki sifat 20. sifat
20 diciptakan beserta sifat-sifatnya,
jadi yang mendapat kata-kata itu
orang yang mempunyai sifat 20 tadi,
artinya kata-kata Allah kekuasaan
Allah sendiri, jadi kekuasaan itu
dimiliki sendiri, jadi Dat suci itu
memiliki sifat 20 + 1 kekuasaan
(wenang-jawa) menciptakan.
Karena kuasa menciptakan, maka apa
saja yang tidak disertai kekuasaan
(wenang-jawa) tidak terjadi (ujud),
sebab tidak memiliki kekuatan Dat
(pakarti-jawa) sifat 20.
Jadi Kiasan Ronggo Warsito tentang
Qun Fayaqun itu adanya ciptaan yang
nyata (ujud) Jagad raya tetap tidak
akan rusak dan hancur, dan tujuan
ayat suci Al-Qur’an surat Yaasiin : 82
diatas, hanya bagi yang dikehendaki
langsung ada.
Lahir dengan selamat sebenarnya
menerima kata-kata Allah, jadilah
kamu seketika jadi. Dan yang lahir
baru dan badan baru itu tidak ingat,
sewaktu manusia melewati jalan tidak
ingat itu, sebenarnya melewati alam
yang tidak bisa dijangkau (tankeno
kinoyo ngopo-jawa), karena tidak
merasakan apa-apa (Ma’rifat) tidak
laki, tidak perempuan, tidak zaman,
tidak tempat, tidak jauh atau dekat. Itu
artinya rahasia sastra jendra dan
disebut makhluk yang bisa
mengetahui, karena penjelmaan jiwa
itu ada 2 unsur :
1. Kalau bisa mengamalkan
perjalanan, Innalillahi Wa Innaillaihi
Rojiun (keterima amalannya dengan
Allah/mulih mula niro-jawa).
2. Kalau tidak sama sekali
mengamalkan, sama berulang kali
dilahirkan kedunia memakai badan
jasmani.
Siapa saja yang tidak mengerjakan
sewaktu didunia, pasti di Kiamatkan
lagi, dan tujuan-tujuan itu yang
dimaksud Islam. Jiwa yang suci bisa
mengalami seperti diwaktu lahir.
Keterangan ayat Qur’an Ali-Imran :
102 ;
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah sebenar-
benar takwa kepada-Nya; dan
janganlah sekali-kali kamu mati
melainkan dalam keadaan Islam
(At’tauhid).”
Pemeberitahuan; jika mati dalam
keadaan Islam, artinya mati tidak
merasakan apa-apa, orang yang
begitulah yang bisa melewati alam
kuburnya tidak merasakan apa-apa
sama seperti tidur tidak mengalami
mimpi. Walaupun ada rasanya tenang
dan tentram tidak merasakan yang
tidak enak.
Ukuran setiap hari kalau tidak berbuat
salah, walaupun terdakwa (didakwa)
pikiran pasti tidak was-was, tidak
gentar, tenang dan tidak berdebar-
debar. Roh yang yang bisa menyatu:
Innalillahi itu kalau sudah datangnya
hari Kiamat (lahir lagi) tidak ikut
dikiamatkan lagi seperti ayat Qur’an
surat Az-Zumar : 68 ;
“Dan ditiuplah sangkakala, maka
matilah siapa yang di langit dan di
bumi kecuali siapa yang dikehendaki
Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu
sekali lagi maka tiba-tiba mereka
berdiri (bangkit) menunggu
(putusannya masing-masing)”
Ayat diatas maksudnya Roh-roh (jiwa)
yang sudah menjadi ijin Allah
menghadap kepada-Nya dan menyatu
dengan Dat (Allah) atau Islam, mereka
tidak ikut pingsan atau ikut bangkit
dari Kiamat, yaitu jalannya menuju
asalnya ((Innalillahi Wa Innaillaihi
Rojiun). Jadi jelas perkataan Allah
tujuannya Ketuhanan (ke Allah-an /
Kasunyatan-jawa). Sudah tercatat
pada Qur’an surat Al-Kahfi : 48 ,
seperti tersebut diatas, catatan lewat
seperti keadaan Roh yang
mengahadap Allah?, jawabnya; Qur’an
surat Al-An’aam : 94 ;
“Dan sesungguhnya kamu datang
kepada Kami sendiri-sendiri
sebagaimana kamu Kami ciptakan
pada mulanya, dan kamu tinggalkan di
belakangmu (di dunia) apa yang telah
Kami karuniakan kepadamu; dan Kami
tiada melihat besertamu pemberi
syafa’at yang kamu anggap bahwa
mereka itu sekutu-sekutu Tuhan
(berhala) di antara kamu. Sungguh
telah terputuslah (pertalian) antara
kamu dan telah lenyap daripada kamu
apa yang dahulu kamu anggap
(sebagai sekutu Allah)”
Begitulah perjalanan Islam yang
sebenarnya, artinya ayat-ayat itu
kalau diteliti yang benar, pulang Roh
kepada Allah sama dengan kosong
(suwung-jawa / keadaan Tankeno
Kinoyo Ngopo –jawa).
Tujuan semua pengalaman Hakikat,
menerima wahyu, melihat gaib,
melihat saudara sendiri (bayangan
putih) sudah dianggap Allah, karena
disembah bisa memberi pertolongan,
itu bisa menjadi berhala bagi Allah.
jadi Roh yang dikehendaki Allah tidak
di Kiamatkan (dibangkitkan) lagi, itu
adalah Roh yang bersih tidak ada
sangkutan apa-apa (tidak ada
keinginan/kosong).
Aslama, Islamu, Muslimuna, itu sudah
jelas yang sebenarnya, penyembah
yang benar itu sebenarnya kosong
bagi keinginan (tidak ada keinginan
apa-apa), tidak ada pikiran apa-apa.
Jadi keterangan tentang Kiamat itu
menurut ucapan Nabi Muhammad SAW
dan dalil Al-Qur’an Nul Qarim yang
terdapat pada Hadist Bukhari : 12
diatas; sama-sama meneruskan
perjalanan Roh yang belum tercapai
tujuannya. Dan perjalanan bermacam
perjalanan itu hanya sekedar
meneruskan cita-cita (keinginan)
terdahulu (tabet-jawa). Umpama
begitu manusia itu selalu dilahirkan
kedunia, contoh; anak si A ada tujuh
jumlahnya, itu perjalanannya berbeda-
beda ada yang menjadi pegawai,
tentara, durjana, saudagar, wts dan
lain-lain, itu semua karena tempatnya
(jasmaninya), itu artinya; si A itu
seorang gagah perkasa, kaya dam
cerdas, singkatnya hidupnya mewah,
lalu meninggal, tanggung jawab Roh
memilih tidak mati karena sayang
meninggalkan harta bendanya didunia,
lalu dialam kubur si A memandang
(menerima siksa kubur), karena masih
merasa masih meninggalkan hartanya.
Setelah waktunya Roh di Kiamatkan
(dibangkitkan) kedunia lagi, tidak bisa
lagi seperti dahulu kala, karena
jasmaninya lain, ujud bayi lahir
namanya si C dan lain-lain yang
menjadi tempatnya keinginan dahulu
(tabet-jawa).
Pengalaman orang yang matinya tidak
enak (mulangsarak-jawa) sebagai
orang jahat itu;
Qur’an surat Al-Mu’minun : 99-100 ;
99. “(Demikianlah keadaan orang-
orang kafir itu), hingga apabila datang
kematian kepada seseorang dari
mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku
kembalikanlah aku (ke dunia)”
100. “agar aku berbuat amal yang
saleh terhadap yang telah aku
tinggalkan. Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah perkataan
yang diucapkannya saja. Dan di
hadapan mereka ada dinding sampai
hari mereka dibangkitkan”
Menurut dalil Al-Qur’an, Kiamat itu
sama tumbuhnya benih, dan menurut
perkataan Nabi Muhammad SAW;
orang perempuan melahirkan
majikannya (pangkat, luhur, budi), atau
ada anak gembala (orang rendah) bisa
menaiki Tahta kerajaan, artinya si
perempuan menumbuhkan benih yang
luhur (wanita yang melahirkan anak
yang mempunyai jiwa yang mulia),
gaibnya ayat suci dan Hadist terdapat
pada perempuan (wanita). Jadi adanya
wanita, menyebabkan bergilirnya
cerita (perjalanan). Benih yang luhur
(mulia) tidak memiliki bangsa,
pangkat, rendahan, baik dan buruk
hanya terdapat pada wanita. Siapa
saja yang menjadi wanita, bisa
menjadi manusia. jadi ada kiasan
lahir berkali-kali itu maksudnya; lahir
meneruskan bekas-bekas dahulu
(tabet-jawa) bisa menempati tempat
yang baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar